Sebagaimana telah disampaikan dalam bab ini, angka kejahatan secara keseluruhan, termasuk kejahatan kekerasan, telah menurun sejak pertengahan tahun 1990-an. Namun, ada beberapa jenis kejahatan tertentu yang justru menunjukkan peningkatan. Termasuk dalam kelompok ini adalah kejahatan nontradisional yang terkait dengan teknologi, yang sering kali tidak tercermin dalam statistik kejahatan. Upaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang situasi kejahatan menjadi terhambat karena adanya keterbatasan dalam pengumpulan data terhadap jenis kejahatan ini.
Sebagai contoh, otoritas hanya dapat memperkirakan jumlah orang yang data kartu kreditnya telah diretas, atau data kesehatan mereka termasuk nomor jaminan sosial yang telah dicuri melalui peretasan komputer.
Dalam sebuah wawancara pada tahun 2014, Direktur FBI James Comey menyebutkan bahwa peningkatan kejahatan berbasis internet adalah perubahan terbesar yang ia amati dalam beberapa tahun terakhir (Graff, 2014). Melalui bantuan internet, orang-orang dari berbagai penjuru dunia dapat melakukan beragam aktivitas kriminal, termasuk ancaman terorisme, penipuan, peretasan, penguntitan daring (cyberstalking), distribusi pornografi anak, hingga perdagangan manusia.
Comey bahkan menyatakan, “Di situlah orang-orang jahat datang untuk menyebarkan kejahatan dalam berbagai bentuk mereka yang ingin menyakiti anak-anak saya, mencuri identitas saya, merusak infrastruktur kita, mencuri rahasia kita” (Graff, 2014, hlm. 4).
Selain itu, dalam pidato publik pertamanya setelah menjabat pada April 2015, Jaksa Agung Amerika Serikat Loretta Lynch menyebutkan bahwa kejahatan siber adalah salah satu prioritas yang akan ia tangani selama masa jabatannya.
Beberapa kejahatan yang disebutkan di atas (seperti cyberstalking, akses terhadap pornografi anak, peretasan, dan perdagangan manusia) akan dibahas lebih lanjut dalam buku ini ketika mengulas konsep psikologis yang mungkin dapat menjelaskan perilaku tersebut. Namun, berkaitan dengan topik pengukuran kejahatan dalam bab ini, penting untuk disadari bahwa jenis-jenis pelanggaran tersebut kemungkinan besar tidak tercatat secara memadai dalam statistik resmi.
Pertanyaan untuk Diskusi:
Evaluasilah pernyataan berikut:
“Tidak sulit menyebutkan kejahatan yang dapat difasilitasi oleh internet; yang lebih sulit justru menyebutkan kejahatan yang tidak bisa difasilitasi olehnya.”
Apakah kamu setuju dengan pernyataan ini? Mengapa atau mengapa tidak?
Dalam artikel yang dikutip di atas, Direktur FBI menyebutkan adanya “lapisan kue kejahatan internet yang jahat” (evil layer cake), dengan meletakkan kejahatan paling parah di bagian atas dan kejahatan paling ringan di bagian bawah.
Apakah ini merupakan metafora yang tepat untuk menggambarkan kejahatan internet? Jika tidak, mengapa?
Halaman 40.
