Permohonan Pendaftaran Pernikahan Terlambat adalah proses hukum yang dilakukan untuk mendaftarkan pernikahan yang telah dilaksanakan, tetapi tidak didaftarkan sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh undang-undang. Di Indonesia, pendaftaran pernikahan seharusnya dilakukan segera setelah pernikahan dilangsungkan, baik di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk pernikahan Islam maupun di Kantor Catatan Sipil untuk pernikahan non-Islam.
Permohonan Pendaftaran Pernikahan Terlambat
| Persyaratan | Jumlah |
| Surat Permohonan Pendaftaran Pernikahan Terlambat Bermaterai Rp. 10.000 | Rangkap 2 (Dua) |
| Soft File Permohonan Pendaftaran Pernikahan Terlambat dalam CD | 1 Buah |
| Salinan Kartu Keluarga Bermaterai Rp. 10.000 dan Dilegalisir di Kantor Pos | 1 Lembar |
| Salinan KTP Bermaterai Rp. 10.000 dan Dilegalisir di Kantor Pos | 1 Lembar |
| Salinan Akta Kelahiran Bermaterai Rp. 10.000 dan Dilegalisir di Kantor Pos | 1 Lembar |
| Salinan Surat Keterangan Nikah dari Gereja atau Wihara Bermaterai Rp. 10.000 dan Dilegalisir di Kantor Pos | 1 Lembar |
| Biaya Pendaftaran |
